PENGARUH PEMAKAIAN SELIMUT HANGAT TERHADAP SUHU TUBUH PASIEN POST OPERASI DI RUANG PEMULIHAN RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

JUWITA, SALSABILLA, 2101031 (2025) PENGARUH PEMAKAIAN SELIMUT HANGAT TERHADAP SUHU TUBUH PASIEN POST OPERASI DI RUANG PEMULIHAN RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (614kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (283kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (360kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (310kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (260kB)
[img] PDF
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (194kB)
[img] PDF
BAB VI.pdf

Download (164kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (177kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien pascaoperasi akibat gangguan mekanisme termoregulasi oleh anestesi serta paparan suhu ruang operasi yang rendah. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan pasien, memperlambat pemulihan, dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap kejadian hipotermia pada pasien pascaoperasi di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 34 pasien post operasi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi suhu tubuh pasien sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Mayoritas responden berada pada kategori lansia (>46 tahun) yaitu sebanyak 21 orang (61,8%), dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang antara laki-laki 18 orang (52,9%) dan perempuan 16 orang (47,1%). Sebagian besar pasien menjalani general anestesi (61,8%) dan sisanya dengan spinal anestesi (38,2%). Terkait suhu tubuh, sebelum intervensi mayoritas pasien berada pada kategori hipotermia sedang (28–32°C) sebanyak 26 orang (76,5%), dan hipotermia ringan (32–35°C) sebanyak 8 orang (23,5%). Setelah diberikan intervensi berupa selimut hangat, suhu tubuh pasien meningkat sehingga sebagian besar masuk ke dalam kategori suhu normal (≥36°C).. Uji statistik memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan selimut hangat berpengaruh dalam menurunkan kejadian hipotermia pada pasien pascaoperasi. Intervensi ini terbukti efektif, mudah diaplikasikan, serta dapat dijadikan salah satu standar tindakan keperawatan perioperatif dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorKRISTANTO, AGUNG8942180023UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hipotermia; Pascaoperasi; Selimut hangat; Anestesi
Subjects: R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Prodi S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 08 Jan 2026 04:07
Last Modified: 08 Jan 2026 04:07
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4115

Actions (login required)

View Item View Item