HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN STATUS KOGNITIF PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAYAT

RUSIDAH, NABILA ALYA, 202201116 (2026) HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN STATUS KOGNITIF PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAYAT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (594kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (311kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (621kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (476kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (200kB)
[img] PDF
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (228kB)
[img] PDF
BAB VI.pdf

Download (211kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (383kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko vaskular utama yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif dan demensia pada populasi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan darah dengan status kognitif pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bayat, Klaten. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri dari lansia berusia 60–69 tahun yang terdaftar di Puskesmas Bayat, dengan sampel berjumlah 96 orang yang dipilih melalui teknik proportional sampling dari tiga desa. Pengumpulan data mencakup pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital terkalibrasi dan penilaian fungsi kognitif dengan instrument Mini Mental State Examination (MMSE) yang telah dimodifikasi sesuai konteks lokal. Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (79,2%) dengan tingkat pendidikan dasar (SD 88,5%). Sebanyak 56,3% responden mengalami hipertensi dan 55,2% memiliki status kognitif yang kurang baik. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tekanan darah dan status kognitif (p=0,000). Lansia dengan hipertensi memiliki risiko 5,8 kali lebih besar mengalami gangguan kognitif dibandingkan dengan yang tekanan darahnya normal (OR=5,829; CI 95%: 2,885–11,778). Studi pendahuluan dan tinjauan literatur mendukung temuan ini, di mana hipertensi kronis menyebabkan kerusakan mikrovaskuler serebral, gangguan autoregulasi aliran darah otak, dan stres oksidatif yang merusak jaringan saraf. Kesimpulan penelitian bahwa hipertensi berhubungan kuat dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, intervensi kesehatan yang terintegrasi meliputi pemantauan tekanan darah rutin, edukasi pengendalian hipertensi, dan skrining kognitif dini di tingkat layanan primer sangat diperlukan untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup lansia.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorNURHIDAYATI, ISTIANNA604077602UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, Status Kognitif, Lansia, Tekanan Darah, MMSE, Demensia Vaskular.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Prodi S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 09 May 2026 13:40
Last Modified: 09 May 2026 13:40
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4403

Actions (login required)

View Item View Item