LAPORAN STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI DENGAN TERAPI OKUPASI MENANAM DAN MERAWAT TANAMAN DI DESA KEBON DALEM KIDUL KECAMATAN PRAMBANAN

WIDYANINGRUM, SEKAR, P202405049 (2025) LAPORAN STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI DENGAN TERAPI OKUPASI MENANAM DAN MERAWAT TANAMAN DI DESA KEBON DALEM KIDUL KECAMATAN PRAMBANAN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (508kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (84kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (601kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (170kB)
[img] PDF
BAB V.pdf

Download (49kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (78kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang ditandai oleh perubahan persepsi sensorik, di mana individu merasakan sensasi yang tidak nyata, seperti mendengar suara, melihat objek yang tidak ada, maupun mengalami gangguan pada indera pengecapan, perabaan, dan penciuman. Gejala yang umum ditemukan pada penderita meliputi berbicara atau bergumam sendiri, tertawa tanpa alasan, marah tanpa sebab, menunjuk ke arah tertentu, dan menunjukkan rasa takut terhadap objek yang tidak jelas. Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus terhadap dua pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan diberikan melalui intervensi strategi pelaksanaan yang dipadukan dengan terapi okupasi berupa menanam dan merawat tanaman, dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan. Hasil: Pengkajian pada kedua partisipan menunjukkan keluhan utama berupa mendengar suara suara, berbicara sendiri dan ucapan yang tidak terarah. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan meliputi gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran, isolasi sosial, dan gangguan proses pikir: waham. Intervensi disusun berdasarkan strategi pelaksanaan dan disesuaikan dengan diagnosa yang ada, dengan implementasi yang selaras antara teori dan praktik. Penerapan terapi okupasi menanam dan merawat tanaman menghasilkan penurunan frekuensi verbalisasi mendengar bisikan, pasien menjadi lebih kooperatif, menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan partisipasi dalam kegiatan menanam turut mempercepat proses pemulihan. Kesimpulan: Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan distorsi persepsi realita. Terapi okupasi berupa menanam dan merawat tanaman sebagai metode nonfarmakologis terbukti efektif dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi

Item Type: Karya Ilmiah (KIAN)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHASTUTI, RETNO YULI602077603UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Asuhan keperawatan, Gangguan persepsi sensori Halusinasi
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 20 Jan 2026 06:05
Last Modified: 20 Jan 2026 06:05
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4283

Actions (login required)

View Item View Item