PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

RAHMAWATI, YUNI, PB202405080 (2025) PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (457kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (105kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (353kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (86kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56kB)
[img] PDF
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (71kB)
[img] PDF
BAB VI.pdf

Download (58kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (99kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: DM tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu sel-sel tubuh tidak mampu merespon insulin sepenuhnya, sehingga insulin yang berperan sebagai hormon pengatur glukosa darah tidak dapat bekerja secara optimal dan terjadi ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah. Selain itu, stres maupun cemas juga dapat mempengaruhi DM karena adanya hormon – hormon yang mempengaruhi cara kerja insulin, seperti hormon kortisol yang mempunyai efek metabolik meningkatkan kosentrasi glukosa darah dengan menggunakan simpanan protein dan lemak yang mengakibatkan penekanan sistem imun. Selain itu, hormon yang juga berperan dalam mekanisme stres dan cemas yaitu hormon glukagon insulin. Stimulus utama untuk sekresi insulin yaitu peningkatan glukosa darah, sebaliknya efek utama insulin adalah menurunkan kadar glukosa darah. Apabila insulin tidak dengan sengaja dihambat selama stres maupun cemas, hiperglikemia yang ditimbulkan oleh stres dan cemas akan merangsang sekresi insulin. Akibatnya peningkatan kadar glukosa darah tidak dapat dipertahankan dan menimbulkan ketegangan tubuh. Dengan melakukan relaksasi dapat menurunkan tingkat kecemasan yang berdampak pada penurunan kadar gula darah dengan pelepasan hormon. Tujuan: Memberikan gambaran tentang perawatan pasien diabates melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan ansietas. Metode: pengambilan data pada studi kasus ini menggunakan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan selama 3 hari yang dimulai pada tanggal 11 Desember 2024 dengan menerapkan proses asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi. Hasil: Evaluasi setelah tindakan relaksasi autogenik atau hari ketiga perawatan menunjukkan pasien 1 dan 2 mengalami penurunan tingkat kecemasan dengan kategori tidak cemas dan kecemasan ringan. Kesimpulan: Hasil dari teknik relaksasi autogenik pada kasus ini adalah efektif dibuktikan dengan adanya penurunan tanda dan gejala kecemasan diantara kedua pasien.

Item Type: Karya Ilmiah (KIAN)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorELSERA, CHORI602048603UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Relaksasi Autogenik, Kecemasan, Diabetes Melitus Tipe 2
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 18 Jan 2026 04:41
Last Modified: 18 Jan 2026 04:41
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4233

Actions (login required)

View Item View Item