SAFITRI, DASI YULIANA, PB202405019 (2025) STUDI KASUS : PENERAPAN BLADDER TRAINING TERHARAP KEMAMPUAN BERKEMIH PADA PASIEN STROKE PASKA PEMASANGAN KATETER DI RUANG MARWAH RSU ISLAM KLATEN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (902kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (192kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (516kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (477kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (227kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (263kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (198kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (200kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Stroke merupakan penyakit gangguan fungsi serebral yang disebabkan oleh terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah otak baik karena sumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah dengan gejala yang menetap selama 24 jam atau lebih. Dampak yang sering muncul pada penderita stroke salah satunya adalah gangguan eliminasi urin. Gangguan berkemih pada penderita stroke dipengaruhi karena ketidakmampuan pasien berkomunikasi dan mobilisasi. Penatalaksanaan gangguan berkemih salah satunya dengan pemasangan kateter. Tetapi, pemakaian kateter urine dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kandung kemih tidak dapat terisi dan berkontraksi sehingga kapasitas vesika urinaria menurun, apabila kateter di lepas maka akan terjadi komplikasi gangguan berkemih. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi komplikasi gangguan eliminasi dengan bladder training. Bladder training adalah upaya mengembalikan fungsi vesika urinaria ke fungsi optimal dengan latihan terstruktur sehingga interval berkemih menjadi panjang dan normal. Metode yang dilakukan yaitu pengumpulan data, prioritas diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil : Setelah dilakukan penerapan intervensi bladder training pada pasien stroke yang terpasang kateter pada Tn. S dan Tn. T dilakukan selama 3 hari dengan siklus 4 kali sehari dengan kurun waktu 1-2 jam di Ruang Marwah RSU Islam Klaten, hasil penerapan intervensi bladder training terhadap pasien stroke yang terpasang kateter efektif dan bermanfaat untuk pengembalian fungsi otot detrusor dibuktikan dengan intake cairan sebanyak 500ml-700ml dan volume urin sebanyak 400ml- 850ml selama 7 jam, serta kedua klien mengalami sensasi desakan saat berkemih. Kesimpulan: hasil penerapan intervensi bladder training terhadap pasien stroke yang terpasang kateter efektif dan bermanfaat untuk dilakukan.
| Item Type: | Karya Ilmiah (KIAN) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Stroke, Kateter, Bladder Trainning | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jan 2026 08:10 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jan 2026 08:10 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
