ZUHRI, AHMAD SYAIFUDDIN,PB202405004 (2025) PENERAPAN FISIOTERAPI DADA UNTUK MENGATASI MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG BABUSSALAM RSU ISLAM KLATEN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (777kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (236kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (848kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (150kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (226kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (291kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (961kB) |
Abstract
Bronchopneumonia merupakan salah satu bentuk infeksi saluran napas bawah yang dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas. WHO (2022) mencatat insiden bronkopneumonia di negara berkembang adalah 151,8 juta kasus bronkopneumonia/tahun 12%. Di negara maju terdapat 5 juta kasus setiap tahun sehingga total insidens bronkopneumonia di seluruh dunia ada 176 juta kasus bronkopneumonia setiap tahun.Terdapat 15 negara dengan insidens bronkopneumonia paling tinggi,mencakup 74% (120,3 juta) dari 156 juta kasus diseluruh dunia.Lebih dari 2 setengahnya terdapat di 6 negara,mencakup 45% populasi di dunia. Hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi bronkopneumonia di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2018 sebanyak 1,6% dan meningkat di tahun 2022 menjadi 4,0 %.(Syahrin, Purwaningsih, & Sinuraya, 2024) provinsi yang menpunyai insiden brokopneumonia tertinggi adalah Jawa Barat (4,8%), dan Jawa Tengah (3,3% dan 4,5%). Angka kasus bronkopneumonia Provinsi Jawa Tengah adalah sebesar 3,61%, sehingga pada tahun 2022 diperkirakan ada sebanyak 130.101 penderita. (BPS Jateng, 2024). Fisioterapi dada menjadi intervensi nonfarmakologis yang penting untuk membantu pengeluaran sekret dan memperbaiki ventilasi paru. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada dua pasien bronchopneumonia di Ruang Babussalam RSU Islam Klaten. Intervensi utama yang diberikan adalah fisioterapi dada dua kali sehari selama tiga hari. Tiga diagnosis utama ditemukan: ketidakefektifan bersihan jalan napas, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dan nyeri akut. Evaluasi menunjukkan bahwa setelah penerapan fisioterapi dada, bersihan jalan napas membaik, suara napas menjadi bersih, batuk berkurang, dan tidak ditemukan ronki. Semua tujuan asuhan keperawatan tercapai. Fisioterapi dada efektif dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada pasien bronchopneumonia. Implikasi praktisnya adalah fisioterapi dada dapat dijadikan intervensi standar di pelayanan keperawatan untuk pasien dengan gangguan pernapasan serupa, serta meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
| Item Type: | Karya Ilmiah (KIAN) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bronchopneumonia, fisioterapi dada, bersihan jalan napas, keperawatan | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 08:01 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jan 2026 08:01 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4157 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
