FATHIHIN, DANANG ALI, B202401005 (2025) HUBUNGAN PENERAPAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL TIM DENGAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSU ISLAM KLATEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (635kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (192kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (580kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (650kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (191kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (121kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (156kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pelayanan keperawatan memegang peran langsung terhadap mutu dan keselamatan pasien, namun beban kerja yang tinggi terbukti meningkatkan kelelahan, menurunkan fokus, dan menaikkan risiko insiden kerja. Secara global dan nasional, beban dan stres kerja perawat masih tinggi, di tingkat rumah sakit, faktor alur kerja, rasio staf–pasien kerap menambah tuntutan kognitif. Di RSU Islam Klaten, penerapan MAKP Tim berjalan bersamaan dengan transisi RME yang berpotensi memanjang waktu dokumentasi dan menambah tekanan waktu, sehingga perlu ditelaah kaitannya dengan beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan MAKP Tim dengan beban kerja perawat di ruang rawat inap RSU Islam Klaten. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah 122 perawat dari populasi 175 orang, ditentukan dengan proportional sampling (rumus Slovin). Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner penerapan MAKP Tim dan NASA-TLX untuk beban kerja. Uji statistik bivariat menggunakan Kendall’s Tau (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden didominasi usia produktif (26–35 tahun), mayoritas perempuan 83 orang (68%), laki-laki 39 (32%), pendidikan D3 71 (58,2%) dan Ners 51 (41,8%), masa kerja ≥5 tahun 94 (77%). Secara umum, penerapan MAKP Tim berkategori baik, sementara skor beban kerja berada pada kategori tinggi, dimensi terbeban paling dominan adalah tuntutan mental, sedangkan frustrasi terendah. Analisis bivariat menghasilkan τ = −0,034, p = 0,695, sehingga tidak terdapat hubungan bermakna antara penerapan MAKP Tim dan beban kerja perawat. Kesimpulan: perbaikan proses tim yang baik belum otomatis menurunkan beban kerja bila tuntutan kognitif, alur kerja, rasio perawat–pasien, dan beban dokumentasi masih tinggi, implikasi praktis menekankan penataan staffing berbasis beban, standardisasi briefing/handover, dan penyederhanaan dokumentasi.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perawat, Metode Asuhan Keperawatan Profesional Tim (MAKP Tim), Beban Kerja | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Prodi S1 Ilmu Keperawatan | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 03 Jan 2026 13:12 | ||||||||
| Last Modified: | 03 Jan 2026 13:12 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4047 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
