NAZURA, HABSARI AYU, 202202059 (2025) PENELITIAN : GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB-B YAAT KLATEN. Diploma thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (647kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (304kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (430kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (319kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (209kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (300kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki perbedaan perkembangan yang memengaruhi kemandirian dan interaksi sosial, sehingga membutuhkan dukungan lebih dari orang tua. Kondisi ini sering menimbulkan stres, kecemasan, dan depresi pada orang tua, khususnya ibu, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis orang tua. Tujuan : Mengetahui gambaran kesehatan mental orang tua dengan anak berkebutuhan khusus di SLB-B YAAT Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendeketan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 71 orang tua, dengan teknik total sampling menghasilkan 66 responden. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner SRQ-20 (Self Reporting Questionare) yang terdiri dari 20 item pertanyaan. Hasil : Karakteristik responden menunjukkan rata-rata 43,17 tahun, berjenis kelamin perempuan (72,7%), pendidikan terakhir SMA (50,0%), dan 51,5% bekerja. Usia anak berkebutuhan khusus berkisar antara 3 hingga 18 tahun dengan rata-rata usia 12,20 tahun. Mayoritas orang tua mengetahui kondisi anak sebagai ABK pada usia 1–5 tahun (53,0%). Hasil pengisian SRQ-20 menunjukkan bahwa sebanyak 50 responden (75,8%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental, sedangkan 16 responden (24,2%) terindikasi mengalami gangguan mental. Kesimpulan : Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua dengan anak berkebutuhan khusus tidak terindikasi mengalami gangguan mental. Namun, dukungan dan perhatian terhadap kesehatan mental tetap diperlukan guna menjaga kesejahteraan psikologis orang tua dalam menjalani peran pengasuhan.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kesehatan mental, orang tua, anak berkebutuhan khusus, SRQ- 20, SLB. | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
||||||||
| Divisions: | Prodi D3 Keperawatan | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 07:20 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Dec 2025 07:20 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/3911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
