HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN

WITRISARI, DEVITA AYU, B202401046 (2026) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (862kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (252kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (424kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (356kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (185kB)
[img] PDF
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (262kB)
[img] PDF
BAB VI.pdf

Download (164kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (211kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami Premenstrual Syndrome (PMS) yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, serta aktivitas belajar. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadian PMS adalah aktivitas fisik, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten yang telah mengalami menstruasi sebanyak 137 siswi, dengan sampel berjumlah 102 siswi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang meliputi data demografi, aktivitas fisik, dan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS). Rerata usia responden adalah 16,26 ± 0,51 tahun, dengan rerata usia menarke 12,25 ± 1,16 tahun dan rerata siklus menstruasi 28,76 ± 2,60 hari. Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (51%) dan mengalami PMS tingkat sedang (46,1%). Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,446 (α > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome (PMS). Nilai koefisien korelasi Kendall’s tau-b sebesar 0,068 menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat positif dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah, sehingga secara statistik tidak bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Klaten

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHAMRANANI, SRI SAT TITI613086902UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Aktivitas fisik, premenstrual syndrome, remaja putri
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Prodi S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 09 May 2026 16:08
Last Modified: 09 May 2026 16:08
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4426

Actions (login required)

View Item View Item