HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DENGAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA KARANGJOHO KABUPATEN KLATEN

ISTIQOMAH, ISMI NASTITI, 202201111 (2026) HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DENGAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA KARANGJOHO KABUPATEN KLATEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.

[img] PDF
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (572kB)
[img] PDF
BAB I.pdf

Download (189kB)
[img] PDF
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (241kB)
[img] PDF
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (269kB)
[img] PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (167kB)
[img] PDF
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (207kB)
[img] PDF
BAB VI.pdf

Download (143kB)
[img] PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami hipertensi akibat proses penuaan pada sistem kardiovaskular. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, sehingga diperlukan kemampuan Self-Management yang baik, meliputi pemantauan tekanan darah, kepatuhan minum obat, pengaturan gaya hidup, regulasi diri, dan interaksi dengan tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Self-Management dengan kontrol tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Karangjoho Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 62 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Self-Management diukur menggunakan Hypertension Self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), sedangkan kontrol tekanan darah dikategorikan sebagai terkontrol (<140/90 mmHg) dan tidak terkontrol (≥140/90 mmHg). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan rata-rata usia 66,19 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (82,3%), tidak bekerja (83,9%), berpendidikan SD (51,6%), telah menderita hipertensi ≥5 tahun (79,0%), dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta (85,5%). Kategori self- management terbanyak adalah kategori baik (37,1%), namun sebagian besar responden (59,7%) masih mengalami tekanan darah tidak terkontrol. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara self-management dengan kontrol tekanan darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Self- Management dengan kontrol tekanan darah pada lansia hipertensi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi dan pemberdayaan Self-Management dalam pengendalian hipertensi pada lansia di tingkat komunitas.

Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRUSMININGSIH, ESRI628097701UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Self-Management, Kontrol Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Prodi S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Perpustakaan
Date Deposited: 09 May 2026 13:11
Last Modified: 09 May 2026 13:11
URI: http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4399

Actions (login required)

View Item View Item