ROSASI, LARAS PUNGKY, PB202405045 (2025) TINDAKAN PEMBIDAIAN TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN FRAKTUR TIBIA DI UGD RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (472kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (186kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (804kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (156kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (169kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (211kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (153kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (159kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Latar Belakang: Ketika suatu gaya yang diberikan pada tulang melebihi elastisitasnya, hal tersebut dapat menyebabkan tulang atau tulang rawan patah atau pecah, baik seluruhnya maupun sebagian. Kondisi ini dikenal sebagai fraktur. Struktur tulang, otot, neuron, dan pembuluh darah bukanlah satu-satunya jaringan yang dapat rusak akibat fraktur. Fraktur juga merusak pembuluh darah dan saraf, yang pada gilirannya menciptakan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh dan semakin parah hingga tulang menjadi tidak bergerak. Selain patah tulang, kerusakan jaringan di sekitar fraktur dan mobilitas fragmen tulang juga berkontribusi terhadap rasa sakit yang dialami oleh penderita fraktur. Obat-obatan dan mengistirahatkan area yang cedera dapat membantu meredakan nyeri. Gips atau sabuk dapat digunakan untuk melumpuhkan pasien. Anggota tubuh yang cedera dapat diimobilisasi atau dijaga tetap stabil dengan menggunakan bidai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pembengkakan, kejang otot, pendarahan jaringan, dan emboli lemak. Tujuan: Memberikan gambaran umum tentang perawatan bidai untuk pasien yang mengalami ketidaknyamanan akut setelah fraktur tibia. Tujuan: Memberikan gambaran tentang tindakan pembidaian pada pasien fraktur tibia dengan masalah nyeri akut. Metode: pengambilan data pada studi kasus ini menggunakan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan selama 3 hari yang dimulai pada tanggal 11 Desember 2024 dengan menerapkan proses asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi. Hasil: Evaluasi setelah tindakan pembidaian menunjukkan pasien 1 dan 2 mengalami penurunan tingkat nyeri dengan kategori nyeri ringan dan nyeri sedang. Kesimpulan: Hasil dari pembidaian pada kasus ini adalah efektif dibuktikan dengan adanya penurunan tanda dan gejala nyeri diantara kedua pasien
| Item Type: | Karya Ilmiah (KIAN) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fraktur | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jan 2026 04:14 | ||||||||
| Last Modified: | 17 Jan 2026 04:14 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4198 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
