SULISTYORINI, HENI, PB202405034 (2025) IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF (ROP) DIKOMBINASIKAN DENGAN RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT DALAM MENGGURANGI TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OP ORIF DI BANGSAL PERGIWA RSUD BAGAS WARAS KLATEN. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (518kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (137kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (554kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (144kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (205kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (277kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (94kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (119kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (924kB) |
Abstract
Latar Belakang: Fraktur adalah semua kerusakan pada konstinuitas tulang. Salah satu penanganan patah tulang adalah reduksi dan fiksasi terbuka (ORIF). ORIF adalah prosedur medis yang memperbaiki posisi tulang yang patah melalui pembedahan. Pada umumnya post operasi orif mengalami nyeri akibat tindakan operasi tersebut. Manajemen nyeri yang dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri biasanya menggunakan terapi non farmakologis. Dari beberapa terapi yang biasa digunakan yaitu: nafas dalam, relaksasi otot progresif, terapi musik, meditasi, terapi murotal dan rendam air hangat. Tujuan: Mengetahui penerapan relaksasi otot progresif yang disertai rendam kaki menggunakan air hangat pada nyeri akut pasien post orif di Ruang Pergiwa RSUD Bagas Waras Klaten. Metode: pengambilan data pada studi kasus menggunakan teknik wawancara dan observasi selama 2 hari yang dimulai 23 februari 2025 dengan menerapkan asuhan keperawatan dimulai pengkajian sampai dengan evaluasi keperawatan. Hasil: terjadi penurunan tingkat nyeri pada hari terakhir dilakukan implementasi yang dibuktikan dengan pasien 1 P: luka post op Q: seperti ditusuk- tusuk R: tangan kanan S: 3 T: hilang timbul. Pasien 2 P: luka post op Q: nyut-nyutan R: tangan kiri S: 2 T: hilang timbul. Kedua pasien masih tampak meringis kesakitan setiap bergerak. Kesimpulan: dari hasil implementasi yang dilakukan pada kedua pasien didapatkan penurunan tingkat skala nyeri.
| Item Type: | Karya Ilmiah (KIAN) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Relaksasi Otot Progresif, Rendam Kaki Air Hangat, Nyeri, Post ORIF | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jan 2026 02:50 | ||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 06:58 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
