WINANTI, DESY PUTRI, PB202405020 (2025) PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD DR.RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH. KIAN thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (675kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (106kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (41kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (159kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (118kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (169kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (702kB) |
Abstract
Salah satu indikasi positif yang dialami penderita skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi merupakan kondisi di mana seseorang merasakan adanya stimulus yang tidak sesuai dengan kenyataan, baik berasal dari luar tubuh maupun dari dalam dirinya sendiri. Jika halusinasi tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan berbagai akibat seperti munculnya perilaku kekerasan, mengisolasi diri dari orang lain, menurunnya rasa percaya diri, serta kurangnya perawatan terhadap diri sendiri. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan dan penerapan terapi dzikir pada pasien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Metode dalam penelitian dan studi kasus melalui penerapan terapi generalis Strategi Pelaksanaan (SP) dan terapi dzikir sebagai terapi alternatif selama 7 hari yang terdiri dari 7 pertemuan dengan durasi 20-20 menit setiap pertemuan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pasien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran di RSJD DR RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Hasil studi kasus ini didapatkan bahwa setelah penerapan terapi generalis (SP) dan terapi dzikir, bahwa Ny K mengalami penurunan frekuensi halusinasi yang sebelumnya muncul >5 kali dalam sehari dengan durasi >5 menit, menjadi <3 kali durasi <1 menit halusinasi muncul dan Ny P dengan frekuensi halusinasi muncul 3-4 kali durasi >3 menit menjadi 1 kali dengan durasi <1 menit halusinasi muncul. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu kombinasi terapi generalis (SP) dan terapi dzikir mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan membuat pasien merasa lebih tenang.
| Item Type: | Karya Ilmiah (KIAN) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Skizofrenia; Terapi Dzikir;Halusinasi Pendengaran | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Jan 2026 08:15 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Jan 2026 08:15 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
