LESTARI, PUJI, B202401026 (2025) HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOGONALAN I. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (131kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (194kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (148kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (87kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (176kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Indonesia masih dihadapkan pada berbagai masalah gizi seperti gizi kurang (stunting, wasting, underweight), gizi lebih (overweight) dan kekurangan zat gizi mikro seperti Anemia Gizi Besi (AGB), Kekurangan Vitamin A (KVA) dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita yang berisiko stunting menjadi salah satu solusi penting dalam upaya memperbaiki status gizi mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan peningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan I. Penelitian ini menggunakan desain Cohort Prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah balita gizi kurang yang mendapatkan PMT selama 56 hari sejumlah 87 balita. Tehnik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pemberian Makanan Tambahan, sedangkan Variabel terikat adalah peningkatan berat badan dan tinggi badan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh karakteristik sebagian besar responden berumur 12-36 bulan sebanyak 58 balita (66,7 %), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46 balita (52,9%) dan berat badan lahir ≥2500 gram sebanyak 73 balita (83,9%), umur ibu responden adalah < 35 tahun sebanyak 56 (64,4%) dan pendidikan ibu menengah sebanyak 74 (85,1%). Rata-rata berat badan balita gizi kurang sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) naik 0,271 kg (2,71 ons). Rata-rata tinggi badan balita gizi kurang sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah naik 1,283 cm. Kesimpulan penelitian adalah tidak ada hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan peningkatan berat badan dan tinggi badan balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan I.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pemberian Makanan Tambahan, Berat Badan, Tinggi Badan | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RT Nursing |
||||||||
| Divisions: | Prodi S1 Ilmu Keperawatan | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 04:28 | ||||||||
| Last Modified: | 05 Jan 2026 04:28 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4069 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
