ASHARI, FASYA NANDA, 202204050 (2025) FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SERUM EKSTRAK ETANOL HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. Diploma thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (240kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (471kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (455kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (393kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Download (176kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (200kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Seledri (Apium graveolens L.) adalah jenis tamanan yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit, terutama jerawat adalah Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan peradangan dengan nanah. Penting untuk menggunakan bahan alami sebagai alternatif dalam pengobatan jerawat, sehingga ekstrak seledri memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk topikal, seperti serum yang memiliki kandungan zat aktif yang paling tinggi dibandingkan krim, gel, atau lotion dan mudah diserap oleh kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan serum antibakteri yang terbuat dari ekstrak herba seledri dengan variasi konsentrasi 2%,6%, dan 10%. Ekstrak ini diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 96%. Setelah itu, serum diuji kualitas fisiknya dengan melihat parameter organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri di uji dengan menggunakan metode difusi cakram pada Staphylococcus aureus untuk mengetahui seberapa efektif setiap formula. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua formula memenuhi kriteria standar sifat fisik untuk serum. Variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi 6% memberikan zona hambat sebesat 27,66 mm, sedangkan konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat 35,00 mm, keduanya termasuk dalam kategori sangat kuat. Oleh karena itu, ekstrak seledri memiliki potensi untuk dijadikan serum antibakteri, dengan konsentrasi 6% dan 10% sebagai formula yang paling efektif.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Apium graveolens L., serum, antibakteri, Staphylococcus aureus | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica | ||||||||
| Divisions: | Prodi D3 Farmasi | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 15:45 | ||||||||
| Last Modified: | 02 Jan 2026 15:45 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/4028 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
