PRASTIKA, ARINA EKA, 202202049 (2025) TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEGAWATDARURATAN ANAK DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU ISLAM KLATEN. Diploma thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN.
|
PDF
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (683kB) |
|
|
PDF
BAB I.pdf Download (181kB) |
|
|
PDF
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (341kB) |
|
|
PDF
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) |
|
|
PDF
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (500kB) |
|
|
PDF
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (177kB) |
|
|
PDF
BAB VI.pdf Download (88kB) |
|
|
PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (160kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kasus kegawatdaruratan anak memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan penting sebagai penolong pertama yang memberikan asuhan awal pada anak yang sakit kritis. Pengetahuan mengenai kondisi kegawatdaruratan anak seperti kejang demam, distress pernapasan, trauma, syok, dan keracunan sangat diperlukan untuk memastikan hasil klinis yang optimal. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan anak di IGD RSU Islam Klaten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling sebanyak 30 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebanyak 20 item dengan jawaban dikotomi (Ya/Tidak) yang telah diuji validitas (r hitung 0,481–0,702, r tabel 0,361) dan reliabilitas (KR-20 = 0,73). Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (60%), memiliki pendidikan Ners (66,7%), pengalaman kerja kurang dari 5 tahun (90%), dan seluruhnya (100%) pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan (BTCLS, ACLS, atau sejenisnya). Tingkat pengetahuan perawat berada pada kategori tinggi (43,3%), sedang (46,7%), dan rendah (10%). Jawaban benar tertinggi terdapat pada materi kejang demam (100%), penilaian GCS pada trauma kepala (100%), prosedur rujukan (93,3%), dan penilaian ABCDE (90%). Sedangkan jawaban terendah terdapat pada pemeriksaan gula darah saat kejang demam (53,3%) dan indikasi CT-scan pada trauma kepala ringan (56,6%). Kesimpulan: Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan yang cukup hingga tinggi tentang kegawatdaruratan anak, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Pelatihan rutin, simulasi, dan evaluasi kompetensi disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan perawat dalam menangani kegawatdaruratan anak.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pengetahuan perawat, kegawatdaruratan anak, instalasi gawat darurat | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Prodi D3 Keperawatan | ||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 03:47 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Dec 2025 03:47 | ||||||||
| URI: | http://repository.umkla.ac.id/id/eprint/3902 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
